| By kinanti,
on 14-03-2006 00:57
|
Views : 4730  |
Favoured : 108 |
Published in : Demografi, Modul |
Pendahuluan
Informasi
tentang jumlah rumah tangga, komposisi rumah tangga dan karakteristik
demografi, sosial dan ekonomi sangat diperlukan dalam perencanaan maupun
implementasi kebijakan pemenuhan pelayanan dasar seperti perumahan, pendidikan,
kesehatan, pangan, intervensi pengentasan kemiskinan dan lain sebagainya.
Untuk memenuhi kebutuhan data rumah tangga, BPS telah melakukan pendataan
rumah tangga baik dalam Sensus Penduduk, Supas maupun Susenas. Bahkan pada
akhir tahun 2005 telah dilakukan pendataan khusus rumah tangga miskin dengan
menggunakan 14 indikator kemiskinan untuk memenuhi kebutuhan berbagai program
pelayanan dasar tersebut. Data rumah tangga yang dikumpulkan BPS biasanya
mencakup data anggota rumah tangga dan data anggota rumah tangga
(individu).
Istilah rumah tangga dan keluarga sendiri sering dicampur adukkan dalam
kehidupan sehari-hari. Pengertian rumah tangga lebih mengacu pada sisi ekonomi,
sedangkan keluarga lebih mengacu pada hubungan kekerabatan, fungsi sosial dan
lain sebagainya.
Konsep Dasar Rumah Tangga.
BPS (2000) membagi rumah tangga
menjadi dua yaitu rumah tangga biasa dan rumah tangga khusus.
Rumah tangga biasa adalah seseorang atau
sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik atau sensus
dan umumnya tinggal bersama serta makan dari satu dapur. Yang dimaksud dengan
satu dapur adalah bahwa pembiayaan keperluan jika pengurusan kebutuhan
sehari-hari dikelola bersama-sama.
Rumah tangga khusus adalah sekelompok
orang yang tinggal di asrama atau tempat tinggal yang pengurusan sehari-harinya
diatur oleh yayasan atau badan, misalnya asrama mahasiswa, lembaga
pemasyarakatan, orang-orang yang berjumlah lebih dari 10 orang yang kos dengan
makan, asrama ABRI dan lain sebagainya.
Dalam pengumpulan data keterangan rumah tangga,
BPS menggunakan konsep de jure dan de facto. Anggota rumah tangga
adalah semua orang yang biasanya tinggal disuatu rumah tangga, baik yang berada
di rumah pada waktu pencacahan maupun sementara tidak ada (de jure).
Anggota rumah tangga yang bepergian 6 bulan atau lebih, dan anggota rumah
tangga yang bepergian kurang dari 6 bulan tetapi dengan tujuan pindah/akan
meninggalkan rumah 6 bulan atau lebih, tidak dianggap sebagai angggota rumah
tangga. Tamu yang telah tinggal di rumah tangga selama 6 bulan atau lebih
maupun kurang dari 6 bulan tetapi berniat akan bertempat tinggal 6 bulan atau
lebih, dianggap sebagai anggota rumah tangga (de facto).
Konsep
Dasar Keluarga
Keluarga didefinisikan sebagai
sekumpulan orang yang tinggal dalam satu rumah yang masih mempunyai hubungan
kekerabatan/hubungan darah karena perkawinan, kelahiran, adopsi dan lain
sebagainya. Keluarga dapat dibagi menjadi 2 tipe yaitu:
- Keluarga Inti (Nuclear family), yaitu
keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak kandung, anak angkat
maupun adopsi yang belum kawin, atau ayah dengan anak-anak yang belum
kawin atau ibu dengan anak-anak yang belum kawin.
- Keluarga luas (extended family), yaitu
keluarga yang terdiri dari ayah, ibu anak-anak baik yang sudah kawin atau
belum, cucu, orang tua, mertua maupun kerabat-kerabat lain yang
menjadi tanggungan kepala keluarga.
Sumber Data
Informasi tentang rumah tangga
dapat diperoleh dari berbagai sumber data baik Sensus Penduduk, Susenas maupun
SUPAS. Khususnya Susenas, instrumen pengumpulan data terdiri dari dua set
kuesioner yang berbeda yaitu kuesioner kor dan kuesioner modul. Kuesioner kor
merupakan kuesioner induk yang menanyakan data dasar dan selalu digunakan dalam
setiap pencacahan data Susenas, sedangkan kuesioner modul berubah-rubah sesuai
dengan kebutuhan seperti misalnya modul tentang kesehatan, modul tentang
kesejahteraan rakyat dan lain sebagainya.
Dalam tulisan ini kuesioner yang digunakan untuk memperoleh informasi rumah
tangga adalah kuesioner kor, bagian Keterangan Anggota Rumah Tangga, bagian
Keterangan Pendidikan, bagian Ketenagakerjaan, dan bagian Pengeluaran Rumah
Tangga. Adapun variabel-variabel yang dibutuhkan adalah:
- Keterangan hubungan dengan Kepala Rumah Tangga, seperti anggota
rumah tangga.
- Karakteristik sosial seperti pendidikan dan status kawin
- Aktifitas ekonomi seperti status bekerja, jenis pekerjaan dan
lain-lain
- Karakteristik demografi seperti umur dan jenis kelamin
- Informasi pengeluaran rumah tangga
Kegunaan Data
Rumah Tangga
Data rumah
tangga bermanfaat untuk perencanaan berbagai bidang :
- Pengentasan kemiskinan: data rumah tangga digunakan sebagai dasar
penentuan program dan kebijakan. Contohnya, untuk menghitung besarnya dana
kompensasi bahan bakar minyak yang harus dikeluarkan dalam Bantuan
Langsung Tunai (BLT) bagi rumah tangga miskin.
- Kesehatan: untuk penetapan pemilikan kartu sehat bagi rumah tangga
miskin.
- Pemenuhan kebutuhan pangan: untuk menentukan suplai beras murah
untuk rumah tangga miskin.
- Pendidikan: untuk menentukan jumlah penerima beasiswa bagi
anak-anak rumah tangga miskin.
- Perencanaan perumahan rakyat: diperlukan data jumlah rumah tangga
yang mempunyai anggota rumah tangga 2, 3, 4 dan seterusnya. Informasi ini
dapat dipakai untuk menentukan ukuran rumah yang harus dibangun dengan
berbagai macam tipe agar dapat memenuhi kebutuhan perumahan bagi
masyarakat.
Last update: 11-10-2006 15:46
|